PERATURAN SEKOLAH

PERATURAN SMK AL-HIDAYAH LESTARI

TENTANG TATA TERTIB PESERTA DIDIK

BAB I : Pengertian

Ketertiban berarti kondisi dinamis yang menimbulkan keserasian , keselarasan dan keseimbangan dalam tata hidup bersama sebagai makhluk Tuhan. Dalam kehidupan sekolah , kondisi itu mencerminkan keteraturan dalam pergaulan , dalam penggunaan dan pemeliharaan sarana / prasarana , penggunaan waktu , pengelolaan administrasi dan dalam mengatur hubungan dengan masyarakat dan lingkungannya.
Ketertiban sekolah dituangkan dalam Tata Tertib Peserta Didik , dan disusun secara Operasional untuk mengatur tingkah laku dan sikap hidup peserta didik .

Dalam Tata Tertib Peserta didik memuat :

a. Hal-hal yang diharuskan atau diwajibkan.

b. Hal-hal yang dianjurkan.

c. Hal-hal yang tidak boleh dilakukan atau larangan.

d. Sanksi-sanksi / hukuman bagi pelanggar.

BAB II : Kewajiban-kewajiban Siswa

Pasal 1 : Kehadiran siswa

  1. Sepuluh menit sebelum jam pertama siswa sudah hadir di sekolah
  2. Keterlambatan hadir kurang dari 5 menit diperbolehkan masuk kelas / mengikuti pelajaran seijin guru Piket.
  3. Keterlambatan lebih dari 15 menit tidak diperbolehkan masuk / mengikuti pelajaran dan akan diberikan ijin masuk pada jam berikutnya setelah mendapat surat ijin dari guru Piket, sambil menunggu pergantian jam, siswa mendapat tugas khusus yang mendidik ( menghafal Al-Quran Surat –surat pendek) oleh guru piket dan BK.
  4. Apabila siswa tidak masuk sekolah karena sakit , atau ijin harus mengirimkan surat ijin yang sah dari orang tua / wali murid pada hari itu juga atau lewat telpon sekolah.
  5. Jumlah hari hadir selama satu Semester sekurang-kurangnya 90% hari efektif sekolah , dan apabila tidak terpenuhi maka dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk penentuan kenaikan klas.
  6. Apabila siswa akan meninggalkan sekolah sebelum jam belajar sekolah berakhir oleh karena sakit atau ijin keperluan lain, harus minta ijin kepada semua guru Bidang Studi yang ditinggalkan, dan baru boleh meninggalkan sekolah setelah mendapat surat ijin meninggalkan sekolah dari guru Piket.
  7. Apabila siswa akan meninggalkan kelas atau jam pelajaran harus minta ijin kepada guru yang mengajar di kelas yang bersangkutan dan surat ijin ditinggalkan di kelas.
  8. Wajib mengikuti semua kegiatan belajar mengajar sejak jam pertama hingga jam terakhir , serta pulang secara bersama-sama setelah tanda bel pelajaran terakhir dibunyikan.
  9. Berada di dalam kelas pada jam-jam kegiatan belajar mengajar dan tetap berada dilingkungan halaman sekolah pada saat jam istirahat.
  10. Wajib mengikuti Upacara yang ditentukan oleh sekolah.

Pasal 2: Pakaian seragam sekolah

  1. Mengenakan pakaian seragam  lengkap dengan atributnya setiap hari.
  2. Mengenakan pakaian seragam

a. Senin           : Baju putih, Celana/rok putih, sepatu hitam, kaos kaki putih

b. Selasa          : Seragam Jurusan

c. Rabu            : Pramuka

d. Kamis          : baju batik, celana/rok abu-abu

e. Jumat           : Baju Muslim, Celana/rok hitam

  1. Seragam putih harus ada badge yang dijahit pada saku sebelah kiri
  2. Mengenakan seragam olahraga resmi yang ditentukan sekolah
  3. Potongan dan bahan pakaian seragam serta atribut sesuai dengan ketentuan/model yang telah ditetapkan oleh sekolah , antara lain :
    1. Siswa : celana tidak ketat dan atau tidak berujung pensil
    2. Siswi : rok panjang tidak ketat dan panjangnya melewati mata kaki
  4. Pakaian seragam dalam keadaan bersih dan rapi (tidak kotor/lusuh).
  5. Baju bagian bawah dimasukan pada celana/Rok sehingga tampak ikat pinggangnya.
  6. Mengenakan Sepatu warna hitam dan kaos kaki putih diatas mata kaki (sebetis).

Pasal 3: Lingkungan sekolah

  1. Ikut menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah.
  2. Membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
  3. Membersihkan ruangan kelas setiap hari oleh petugas Piket Kelas masing-masing.
  4. Mengatur sepeda/sepeda motor di tempat Parkir Sekolah secara teratur dan rapi serta dikelompokan sesuai tempat parkir yang telah ditentukan.
  5. Tidak melakukan corat-coret baik di dinding maupun meja belajar.
  6. Ikut menjaga kelestarian tanaman sekolah.
  7. Tidak merusak sarana /prasarana yang ada di sekolah.

Pasal 4: Etika , Estetika dan sopan santun

  1. Menghormati Kepala sekolah , guru dan karyawan SMK Al-Hidayah Lestari
  2. Bersikap sopan dan santun kepada semua warga sekolah.
  3. Menjunjung tinggi kultur dan adat budaya
  4. Bagi siswa putri tidak berdandan secara mencolok dan tidak mengenakan perhiasan secara berlebihan.
  5. Rambut diatur secara rapi tidak dicat dan untuk siswa putra tidak berambut Gondrong.
  6. Bagi siswa putra tidak mengenakan perhiasan/assesori yang tidak selayaknya dikenakan siswa putra ( gelang berbagai jenis, kalung, topi / pat )
  7. Berbicara secara santun , baik terhadap guru/ karyawan maupun teman-teman sekolah.
  8. Saling hormat-menghormati sesama siswa.
  9. Menjaga keamanan dan ketertiban selama di sekolah maupun sepulang sekolah.
  10. Tidak mengendarai sepeda motor/kendaraan jika belum mempunyai SIM.

Pasal 5: Administrasi Sekolah

  1. Menyelesaikan pembayaran keuangan sekolah tepat waktu sesuai ketentuan.
  2. Meminjam dan mengembalikan buku-buku Perpustakaan sesuai dengan ketentuan yang ditentukan oleh Perpustakaan.
  3. Memanfaatkan sarana dan prasarana sekolah secara benar sesuai dengan pengunaannya.

Pasal 6: Kegiatan Ekstra Kurikuler dan Pengembangan Diri

  1. Wajib mengikuti ekstrakurikuler/Pengembangangan Diri sekurang-kurangnya satu jenis Kegiatan Ekstra Kurikuler /Pengembangan Diri bagi klas X dan klas XI
  2. Wajib mengikuti kegiatan lain yang ditentukan oleh sekolah.

BAB III : Larangan-larangan

Pasal 1

  1. Melanggar kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi oleh siswa sebagaimana pada Bab II.
  2. Meninggalkan sekolah sebelum berakhirnya kegiatan belajar mengajar tanpa ijin (bolos)
  3. Berkeliaran atau berada di luar kelas pada saat jam-jam kegiatan belajar mengajar
  4. Berkeliaran di luar lingkungan sekolah pada saat jam-jam kegiatan belajar mengajar maupun istirahat
  5. Membawa sepeda motor yang tidak lengkap ke sekolah.
  6. Memarkir sepeda motor di luar pagar sekolah.
  7. Mengendarai sepeda / sepeda motor pada jam pelajaran di halaman sekolah.
  8. Membawa uang saku secara berlebihan.
  9. Bertingkah / berbicara teriak-teriak dan berbuat onar yang mengundang kerawanan sekolah.
  10. Berpacaran di lingkungan sekolah baik pada saat jam-jam sekolah maupun di luar jam sekolah.
  11. Membawa senjata tajam atau sejenisnya, yang diperkirakan dapat dipergunakan untuk hal-hal yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
  12. Berkelahi diantara sesama siswa SMK Al-HIdayah Lestari, maupun siswa/orang lain di luar SMK Al-HIdayah Lestari.
  13. Merokok selama masih mengenakan seragam sekolah baik di sekolah maupun di luar sekolah.
  14. Berjudi atau hal-hal yang bisa diindikasikan perjudian.
  15. Mengambil barang –barang baik milik sekolah maupun milik teman yang bukan miliknya
  16. Melakukan pemerasan atau sejenisnya yang bersifat atau diindikasikan Premanisme.
  17. Melakukan pelecehan / penghinaan kehormatan martabat guru , karyawan maupun sesama peserta didik.
  18. Membawa buku bacaan /  Video ataupun HP yang memuat Video pornografi dan atau melakukan tindakan pornoaksi di dalam sekolah maupun diluar sekolah yang di upload di internet ( medsos)
  19. Membawa/mengkonsumsi/mengedarkan obat-obat terlarang ( Narkoba ) maupun minuman keras , baik di sekolah maupun di luar sekolah.
  20. Pelecehan Seksual dan perbuatan Tidak senonoh
  21. Menikah dan atau hamil
  22. Melakukan semua tindakan dalam kategori Tindakan Kriminal.
  23. Bertato
  24. Memalsukan dokumen administrasi sekolah
  25. Menggunakan alat komunikasi elektronik (HP) dalam kegiatan Pembelajaran/Evaluasi tanpa ijin.

BAB IV: Sanksi – sanksi

Pasal 1: Tahapan saksi

Apabila siswa tidak mentaati kewajiban – kewajiban dan melanggar larangan-larangan seperti tersebut di atas , maka akan diberikan Sanksi oleh sekolah berupa :

  1. Peringatan secara lisan dan penindakan secara langsung
  2. Peringatan secara tertulis.
  3. Pemanggilan orang tua / wali peserta didik
  4. Skorsing tidak boleh mengikuti pelajaran.
  5. Dikembalikan kepada Orang tua / wali.
  6. Dikeluarkan dari sekolah dengan tidak hormat

Pasal 2: Peringatan secara lisan dan penindakan secara langsung

Diberlakukan bagi siswa yang melanggar tata tertib peserta didik yang bersifat Katagori ringan :

  1. Tidak mematuhi kewajiban sebagaimana Bab II Kewajiban-kewajiban Siswa
  2. Melanggar Larangan –larangan sebagaimana Bab III pasal 1 :
    1. Berkeliaran atau berada di luar klas pada saat jam-jam kegiatan belajar mengajar
    2. Membawa uang saku secara berlebihan
    3. Memarkir sepeda motor di luar pagar sekolah
    4. Bertingkah / berbicara teriak-teriak dan berbuat onar yang mengundang kerawanan sekolah.
    5. Berpacaran di lingkungan sekolah baik pada saat jam-jam sekolah maupun di luar jam sekolah
    6. Membawa buku bacaan / kaset Video ataupun HP yang memuat Video pornografi
  3. Penindakan langsung dapat berupa hukuman pembinaan yang bersifat mendidik.

Pasal 3: Peringatan secara tertulis

Diberlakukan bagi siswa yang melanggar tata tertib peserta didik yang bersifat pembinaan awal :

  1. Melanggar kewajiban sebagaimana Bab II secara berulang kali
  2. Tidak mengindahkan peringatan secara linsan dan penindakan secara langsung sebanyak 3 kali sebagaimana ketentuan Bab IV pasal 2
  3. Melanggar Larangan –larangan sebagaimana Bab III pasal 1 :
    1. Membawa senjata tajam atau sejenisnya
    2. Merokok selama masih mengenakan seragam sekolah baik di sekolah maupun di luar sekolah
    3. Membawa sepeda motor yang tidak lengkap ( Protholan ) ke sekolah
    4. Berkeliaran di luar lingkungan sekolah pada saat proses kegiatan belajar mengajar maupun istirahat
    5. Mengendarai sepeda / sepeda motor pada jam pelajaran di halaman sekolah
    6. Bertingkah / berbicara teriak-teriak dan berbuat onar yang mengundang kerawanan sekolah
    7. Berpacaran di lingkungan sekolah baik pada saat jam-jam sekolah maupun di luar jam sekolah
    8. Meninggalkan sekolah sebelum berakhirnya kegiatan belajar mengajar tanpa ijin (bolos )
    9. Bertato
    10. Memalsukan Dokumen
  4. Peringatan tertulis berupa :
    1. Surat pemberitahuan kepada orang tua / wali
    2. Surat pernyataan / janji siswa yang diketahui oleh orang tua / wali.
  5. Peringatan tertulis untuk sebuah pelanggaran diberlakukan sebanyak-banyaknya 3 kali dan selebihnya dilakukan tahapan pemanggilan orang tua / wali peserta didik.

Pasal 4: Pemanggilan orang tua / wali Peserta didik

Diberlakukan bagi siswa yang melanggar tata tertib peserta didik yang bersifat pembinaan bersama:

  1. Telah melalui tahapan pembinaan sebagaimana disebutkan pada Bab IV pasal 2 dan pasal 3
  2. Melanggar Larangan –larangan sebagaimana Bab III pasal 1 :
    1. Membawa buku bacaan/kaset Video ataupun HP yang memuat Video pornografi.
    2. Berkelahi diantara sesama siswa SMK Al-Hidayah Lestari, maupun siswa / orang lain di luar SMK Al-Hidayah Lestari
    3. Mengambil barang –barang baik milik sekolah maupun milik teman yang bukan miliknya
    4. Berjudi atau hal-hal yang bisa diindikasikan perjudian
    5. Melakukan pemerasan atau sejenisnya yang bersifat atau diindikasikan Premanisme
    6. Melakukan pelecehan / penghinaan kehormatan dan martabat guru , karyawan maupun sesama peserta didik
  3. Pemanggilan orang tua / wali peserta didik yang bersifat mendesak dapat dilakukan melalui telpon atau sarana komunikasi lainnya.

Pasal 5: Skorsing tidak boleh mengikuti pelajaran

Diberlakukan bagi siswa yang melanggar tata tertib peserta didik yang bersifat peringatan Keras :

  1. Telah melalui tahapan pembinaan sebagaimana disebutkan pada Bab IV pasal 2 , pasal 3 dan pasal 4.
  2. Melanggar Larangan –larangan sebagaimana Bab IV pasal 2 , pasal 3 dan pasal 4 secara berulang.
  3. Melanggar tahapan-tahapan pembinaan yang telah dilakukan : Peringatan secara lisan , Peringatan secara tertulis , Pemanggilan orang tua / wali peserta didik.

Pasal 6: Dikembalikan kepada Orang tua / wali

Diberlakukan bagi siswa yang melanggar tata tertib peserta didik yang bersifat dengan Kategori berat:

  1. Telah melalui tahapan pembinaan sebagaimana disebutkan pada Bab IV pasal 2 , pasal 3 , pasal 4 dan pasal 5.
  2. Melanggar Larangan –larangan sebagaimana Bab III pasal 1 :
    1. Membawa/mengkonsumsi/mengedarkan obat-obat terlarang ( Narkoba ) maupun minuman keras, baik di sekolah maupun di luar sekolah
    2. Menikah dan atau hamil
  3. Menjalani proses hukum tindak pidana oleh pihak kepolisian
  4. Melakukan penghasutan atau sejenisnya yang bersifat SARA.
  5. Terlibat tawuran dan menjadi provokator tawuran.

Pasal 7: Dikeluarkan dari sekolah dengan Tidak hormat

Diberlakukan bagi siswa yang melanggar tata tertib peserta didik yang bersifat dan Kategori amat sangat berat :

  1. Telah melalui tahapan pembinaan sebagaimana disebutkan pada Bab IV pasal 2 , pasal 3 , pasal 4 dan pasal 5 dan diindikasikan sudah tidak memungkinkan dilakukan pembinaan.
  2. Pelecehan Seksual dan perbuatan Tidak senonoh
  3. Berbuat onar dan mengganggu Stabilitas sekolah.

BAB V: Mekanisme Penanganan Kasus

Pasal 1: Kasus Pelanggaran Tata tertib peserta didik

  1. Tahapan penanganan kasus pelanggaran tata tertib peserta didik :
    1. Peringatan secara lisan dan penindakan langsung
    2. Peringatan secara tertulis
    3. Pemanggilan orang tua / wali peserta didik
    4. Skorsing tidak boleh mengikuti pelajaran
    5. Dikembalikan kepada Orang tua / wali
    6. Dikeluarkan dari sekolah dengan tidak hormat
  2. Setiap guru / karyawan berhak melakukan Peringatan secara lisan dan penindakan langsung kepada setiap siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib peserta didik.
  3. Setiap guru / karyawan yang telah melakukan Peringatan secara lisan dan penindakan langsung terhadap siswa , untuk segera melaporkan kepada Wali Klas / guru BP/BK berkaitan dengan pelanggaran tata tertib peserta didik yang dilakukan oleh siswa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
  4. Guru memberikan Laporan penanganan pelangaran siswa kepada BP/BK untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
  5. Pemanggilan orang tua / wali peserta didik yang melakukan pelanggaran dilakukan oleh BP/BK dan diketahui oleh Kepala Sekolah dan wakil kesiswaan.
  6. Dalam hal sanksi berat dan sangat berat siswa Dikembalikan kepada Orang tua / wali dan Dikeluarkan dari sekolah Tidak dengan hormat dilakukan setelah melalui rapat dewan guru.

Pasal 2: Kasus pribadi

  1. Kasus pribadi dimaksudkan sebagai kasus bukan bersifat pelanggaran Tata Tertib Peserta didik
  2. Penanganan dilakukan oleh Wali Kelas , Guru BP/BK dan orang tua / wali peserta didik

BAB VI: Penutup

  1. Peraturan sekolah ini diberlakukan sejak tanggal ditetapkan
  2. Hal-hal yang belum diatur pada Peraturan sekolah ini akan diatur kemudian

Guru Bimbingan Konseling,                                                    Wakil Kesiswaan,

Faqih Febrianto                                                     H.Mochammad Amin, S.Ag

Mengetahui/menyetujui

Kepala SMK Al-Hidayah Lestari,

Hj.Parhana, MM

× Wakil Bidang Kesiswaan